DKI Anggarkan Rp2 Miliar untuk Kaji Dampak Lingkungan Pulau Reklamasi

Sumber: Kompas

 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mencabut izin 13 pulau reklamasi di pesisir pantai utara Ibu Kota. Atas keputusan tersebut, seluruh aktivitas di pulau reklamasi harus dihentikan mulai hari ini (26/9/2018).

Saat ini Pemprov DKI tengah lelang jasa konsultansi badan usaha untuk dampak lingkungan reklamasi teluk Jakarta. Nilai pagu lelang sebesar Rp2.135.443.180.

Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Pengelolaan Pesisir Marco Kusumawijaya mengatakan, hasil kajian dampak lingkungan tersebut menjadi acuan Pemprov DKI untuk menjalankan langkah selanjutnya. Seperti pemanfaatan pulau reklamasi yang terlanjur dibangun.

“Dari pengkajian itu baru nanti kita tahu kisi-kisi ilmiahnya yang didasarkan pada dampak yang sudah terjadi. Dari situ baru kita bisa mikir, untuk apa,” kata Marco di Balai Kota Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Lebih lanjut, Marco mengatakan, pencabutan izin 13 pulau reklamasi tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan LHK, Siti Nurbaya Bakar. Karena itu, kata dia, pemerintah pusat sudah menyetujui langkah yang dilakukan oleh Pemprov DKI.

“Jadi minggu lalu kan pak gubernur ketemu dengan Menteri Lingkungan Hidup. Dia angguk-angguk berarti dia sudah tahu,” ujar Marco.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip 13 pulau reklamasi di teluk Jakarta. Pulau yang belum dibangun, dihentikan pengerjaannya. Sementara pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik.

Ke-13 pulau itu adalah Pulau A, B, dan E yang dikelola oleh PT Kapuk Naga Indah. Pulau J dan K oleh PT Pembangunan Jaya Ancol. Sedangkan, Pulau L oleh dua pengembang, yaitu PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Manggala Krida Yudha.

Selain itu, Pulau M dikelola oleh pengembang PT Manggala Krida Yudha. Pulau O dan F oleh perusahaan PT Jakarta Propertindo. Pulau P dan Q oleh PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda Jakarta. Pulau H oleh pengembang PT Taman Harapan Indah. Terakhir, Pulau I oleh PT. Jaladri Kartika Eka Paksi.

Source :

inews

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


two × 3 =