Konferensi Iklim di Katowice, Polandia, apakah akan Sukses?

Sumber : Voa News

 

Para pemimpin dunia sedang berkumpul di Katowice, pusat industri batubara di Polandia, untuk membahas tindakan apa yang harus diambil untuk mencegah perubahan iklim.

Pertemuan itu diadakan di tengah banyaknya laporan yang mengatakan bahwa perubahan iklim sedang terjadi di seluruh dunia, dan di sebagian tempat mungkin tidak bisa dihentikan lagi. Konsensus tentang bagaimana mengurangi polusi dan faktor-faktor lain yang mendorong perubahan iklim, agaknya masih belum bisa dicapai.

Hari Minggu (2/12), puluhan ribu orang berdemonstrasi di Brussels, Belgia, menjelang konferensi iklim di Polandia itu, menyerukan dicapainya solidaritas internasional untuk melawan perubahan iklim.

Ribuan demonstran melakukan aksi unjuk rasa perlunya tindakan segera menangani perubahan iklim dalam aksi di Brussels, Belgia.

Kata seorang demonstran, “Tujuan demonstrasi adalah menekan para pemimpin politik supaya mengambil langkah-langkah konkrit untuk membatasi peningkatan suhu dan tindakan lain untuk memperbaiki lingkungan.”

Satu hari sebelumnya, di Paris terjadi demonstrasi besar menentang kebijakan energi Presiden Emmanuel Macron, yang berakhir dengan ditangkapnya ratusan orang dan 250 lainnya luka-luka.

Macron sedang menjalankan agenda politiknya untuk melindungi lingkungan, tapi usahanya untuk beralih ke penggunaan sumber-sumber energi bersih telah meningkatkan harga-harga bahan bakar karena naiknya pajak-pajak.

Kira-kira 200 pemimpin dunia menghadiri konferensi C.O.P. ke-24 di Katowice untuk membahas perubahan iklim, di gedung yang terletak di sebelah Musium Batubara kota itu, yang mengingatkan bahwa Polandia masih sangat tergantung pada bahan bakar fossil yang sangat menimbulkan polusi tadi.

Presiden Trump tidak hadir dalam pertemuan itu. Katanya ia tidak percaya akan perubahan iklim dan telah menarik Amerika dari perjanjian Iklim Paris yang ditandatangani tahun 2015.

Maria Espinosa, ketua sidang umum PBB mengatakan, “Ada orang yang mengatakan, pilihannya adalah antara perubahan iklim atau hilangnya lapangan pekerjaan. Bukan itu masalahnya. Kita bisa menggunakan energi dari sumber-sumber terbarukan. Ada data yang sangat meyakinkan bahwa sumber-sumber energi itu akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru.”

Kata para pakar, kalaupun dicapai kemajuan besar dalam konperensi di Katowice tentang bagaimana mencapai target Perjanjian Iklim Paris, kemungkinan hasilnya tidak akan cukup untuk menghentikan proses pemanasan bumi. Suhu panas yang tinggi, musim kemarau panjang dan naiknya permukaan laut kemungkinan akan mengakibatkan banyak bagian dunia tidak akan bisa dihuni lagi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


8 + two =