Banjir Bandang di Pulau Majorca Spanyol, 6 Orang Tewas

Foto: iStock

 

Banjir bandang melanda Pulau Majorca di Spanyol, setidaknya enam orang tewas dan sembilan orang dikhawatirkan hilang dalam musibah tersebut.

Gelombang besar air berlumpur menyelimuti Kota Sant Llorenc des Cardassar di timur pulau itu, setelah sebuah sungai meluap tak lama hujan lebat mengguyur.

Banyak kendaraan hanyut, beberapa dengan lampu depan masih menyala, ketika air menyembur melalui jalan-jalan sempit.

Sejauh ini, militer Spanyol telah mengerahkan lebih dari seratus pekerja darurat dengan anjing pelacak. Tiga helikopter dan pesawat angkut militer Hercules juga dikirim dari Kota Valencia di daratan Spanyol, untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan para korban banjir bandang.

Di antara korban jiwa di Sant Llorenc des Cardassar adalah pasangan Inggris yang hanyut saat bepergian dengan taksi, demikian surat kabar Spanyol El Pais melaporkan (dalam bahasa Spanyol).

Pengemudi itu masih hilang, surat kabar itu menambahkan. Seperti dikutip dari BBC, Rabu (10/10/2018).

Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan pihaknya “sedang mencari berita terbaru” dari pihak berwenang Spanyol setelah mengetahui kabar banjir yang menghancurkan itu.

Dua orang lagi tewas di kota itu, bersama dengan dua korban lain yang meninggal di kota pesisir S’illot.

Menurut Badan Meteorologi Spanyol, Aemet, daerah itu dilanda hujan lebih dari delapan inci hanya dalam beberapa jam pada Selasa 9 Oktober.

Sebuah tempat perlindungan kemudian didirikan di pusat olahraga Miguel Angel Nadal di Kota Manacor, untuk menyediakan tempat berlindung bagi warga yang terlantar akibat banjir bandang tersebut.

Pertemuan Darurat

Pemerintah setempat menyerukan pertemuan darurat untuk mengoordinasikan upaya penyelamatan pada hari Rabu setelah hujan lebat.

“Solidaritas dan dukungan saya keluar untuk keluarga dan teman-teman korban serta semua orang yang terkena dampak banjir tragis ini,” kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez lewat akun Twitter miliknya.

Juru bicara kantornya mengatakan PM Sánchez mengunjungi daerah-daerah yang terkena banjir, Rabu waktu setempat.

Sementara itu, Parlemen Spanyol mengheningkan cipta selama satu menit sebagai penghormatan kepada para korban musibah tersebut.

Sebelumnya pada Desember 2016, Spanyol selatan dilanda cuaca buruk, mengakibatkan banjir yang meluas dan beberapa kematian. Jalan-jalan di kota-kota dekat Malaga di Costa del Sol direndam air setinggi dada.

Source :

liputan6

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


seventeen − 4 =