Pencemaran Lingkungan, PT Mifa Bersaudara Diberi Waktu Tiga Bulan

Foto: portalsatu.com/Rino Abonita

 

ACEH BARAT – PT Mifa Bersaudara diberi waktu tiga bulan oleh DPRK Aceh Barat untuk menuntaskan tuntutan warga Gampong Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, yang minta direlokasi.

Permintaan DPRK tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara warga, perwakilan perusahaan, dan pemerintah, di Gedung DPRK setempat, Kamis lalu.

Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli, S.E., menegaskan, seandainya dalam waktu tiga bulan tersebut perusahaan tidak mengindahkan tuntutan warga untuk direlokasi, tidak menutup kemungkinan warga yang marah akan melakukan hal tidak terduga, seperti melakukan pemblokiran dan sebagainya.

“Kalau seandainya warga nanti memblokir lokasi penumpukan batu bara PT Mifa Bersaudara, maka DPR ada bersama masyarakat. Apalagi masyarakat kadang nanti (dihadang/berhadapan) dengan aparat kepolisian, maka ada DPR. Kita sudah siap,” tegas Ramli kepada portalsatu.com, Sabtu, 22 September 2018.

Dia menambahkan, seharusnya, Pemerintah Aceh Barat tidak acuh dalam melihat masalah dialami warga Gampong Peunaga Cut Ujong tersebut. Selama ini, tukasnya, pemerintah setempat, dalam hal ini pihak eksekutif, terkesan tidak proaktif dalam penanganan dugaan pencemaran lingkungan di wilayahnya.

“Ini sebenarnya tugas eksekutif. Legislatif seperti kita ini hanya sebagai lembaga pengawasan. Bukan eksekutor. Dalam hal ini, pihak eksekutif harus serius. Saat juga sudah dibawa ke provinsi, paling tidak, ya dihentikan sementara aktifitasnya PT Mifa Bersaudara,” ucapnya.

Sementara itu, CSR & Media Relations Manager PT Mifa Bersaudara, Azizon Nurza, dan Staf Humas PT Mifa Bersaudara, Nazaruddin, tidak menjawab saat dikonfirmasi portalsatu.com soal masalah ini.

Source :

portalsatu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


six − three =