Basel Masih Minim Hasil Olahan Laut, Ini Penyebabnya

Foto: Bangkapos/Antoni

 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Suhadi menyebut, pengelolaan hasil laut Bangka Selatan masih tergolong minim.

Menurutnya hasil tangkapan nelayan yang terbilang melimpah tersebut hanya dijual mentah ke pasar lokal dan pasar Pangkalpinang dan sekitarnya.

” Pengolahan hasil laut disini (Basel-red) masih rendah, padahal ikan dan hasil laut lainnya di Bangka Selatan sangatlah berlimpah. Bahkan Untuk tangkapan ikan nelayan Basel tahun lalu mencapai 37.000 ton,” ujar Suhadi, Selasa (25/9/2018)

Lebih lanjut dikatakan Suhadi, hanya sekitar 20-25 persen hasil laut Bangka Selatan yang diolah menjadi makanan seperti, ikan asin, otak otak, kempelang, dan getas.

Sementara sisanya dijual mentah dan segar ke beberapa daerah yang ada di Pulau bangka.

Menurutnya, salah satu penyebab hasil tangkapan nelayan dijual langsung ialah belum adanya cold storage atau tempat pendingin di Bangka selatan, sehingga ikan hasil tangkapan nelayan tak bisa disimpan terlalu lama.

” Olahan ikan disini (Basel-red) hanya sebatas misalnya, udang dibuat terasi, Ikan tenggiri dibuat Kempelang, otak otak dan getas, dan ikan bilis untuk membuat rusip.

Jenis ikan dan udang ini sangat berlimpah sehingga sebenarnya, sangat menguntungkan sekali jika hasil laut tersebut diolah terlebih dahulu ” bebernya.(*)

Source :

tribunnews

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


fifteen + sixteen =