Kapolres Asahan Imbau Pranata Sosial Harus Diaktifkan

Foto : Tribrata Polres Dairi

 

Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga, mengimbau agar Pranata Sosial yang disebut Kapolda Sumatera Utara dengan istilah ‘Tiga Pilar Plus’ bisa difungsikan secara maksimal di lingkungan masyarakat.

“Pranata Sosial di tengah-tengah masyarakat harus diaktifkan,” pinta AKBP Kobul, Kamis (13/7).

Tiga pilar plus yang terdiri dari TNI, Polri, pemerintah serta tokoh masyarakat termasuk di dalamnya awak pos keamanan lingkungan (poskamling), harus duduk dan saling mendengar sehingga mengetahui berbagai persoalan sekecil apapun yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Bagi Kapolres, dengan aktifnya tiga pilar plus itu akan mampu mengantisipasi atau meminimalisir gangguan Kamtibmas, seperti kasus pembunuhan yang dialami oleh Klara boru Siallagan dan Nursi boru Sirait.

Imbauan-imbauan seperti ini terus dilakukan Kapolres Asahan karena peran tiga pilar plus atau pranata sosial itu mampu mengidentifikasi persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Sebab itu, Kobul berharap agar seluruh pranata sosial yang ada segera difungsikan secara aktif.

“Peristiwa tragis itu harus kita jadikan momentum untuk membangun kembali komunikasi yang baik,” sambungnya.

Kapolres menyadari pemeliharaan Kamtibmas sejatinya merupakan tugas kepolisian, termasuk Polres Asahan. Namun mengingat luasnya wilayah dan keterbatasan personil, membuat pengawasan menjadi kurang maksimal.

Untuk itu, dibutuhkan sinergitas yang baik dari seluruh elemen masyarakat agar situasi Kamtibmas khususnya di wilayah hukum Polres Asahan tetap kondusif.

“Jadi mari kita bahu membahu, bersama sama menjaga agar daerah kita tetap kondusif,” pungkasnya.

Source :

analisadaily

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


four × two =